Tinggal Di Rumah Batu, Mbah Yatiman Hidup Sebatang Kara Di Pinggir Hutan

Kulonprogo- Di zaman serba modern seperti saat ini, perabot elektronik sudah menjadi barang murah bagi sebagian besar masyarakat kita. Tapi ternyata hal itu tidak berlaku bagi Mbah Yatiman (69) yang hidup sebatang kara di sebuah rumah dari batu dan tanpa penerangan ataupun listrik. Rumah batu itu beralamatkan di dusun Geden RT 44 Desa Sidorejo Lendah.

Selain hidup seorang diri di rumah batu itu, Mbah Yatiman pun tidak mempunyai pekerjaan yang tetap. Ia hanya mengandalkan tanaman yang tersedia di sekitar rumahnya seperti ubi-ubian dan tanaman lainnya untuk sekedar mengisi perut yang tidak mengenyangkan.

Gambaran itu terlihat dari berita dan foto yang dipulikasikan tribratanewskulonprogo.com, saat Lurah Desa Sidorejo bersama Bhabinkamtibmas Polsek Lendah berkunjung ke rumahnya untuk bersilaturahmi. Terlihat jelas rumah itu terbuat dari tumpukan batu alam yang di buat sedemikian rupa hingga menjadi sebuah bangunan tanpa menggunakan penguat semen atau bahan material bangunan lainnya itu menjadi tempat berlindung Mbah Yatiman. Dengan tinggi batu dua meter dan lebar tiga meter serta panjang tujuh meter dan lokasi di pinggir hutan trembesi tanpa ada penerangan listrik serta kondisi rumah yang gelap.

Semoga Mbah Yatiman selalu diberikan kesehatan dan rezeki yang cukup. Bagi anda yang ingin membantu Mbah Yatiman mungkin bisa langsung ke TKP di dusun Geden RT 44 Desa Sidorejo Lendah Kulonprogo.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tinggal Di Rumah Batu, Mbah Yatiman Hidup Sebatang Kara Di Pinggir Hutan"

Post a Comment