Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Setukpa Polri Produksi Film

Sukabumi - Film yang mengisahkan tentang polisi, barangkali sudah tak terhitung dibuat. Buanyak. Mulai dari film dokumenter, pendek sampai bergenre action.

Teranyar, film berjudul Sang Prawira. Perpaduan drama laga. Pernah diputar serentak di seluruh bioskop di Indonesia. Ketika Covid belum mewabah.

Di film itu, banyak insan kepolisian terlibat. Selain artis dan figuran. Mulai dari bintara hingga berpangkat jenderal, turut membintangi. 

Sebut saja nama mantan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Kini beliau didapuk sebagai Mendagri.



Dan favorit saya, walau cuma sekilas tampil, Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto. Saat berperan di film tersebut, beliau masih Waka Polda Sumut.

Pasca Sang Prawira, produksi film bertema serupa mulai melempem. Mati suri malah. Pun film-film Indonesia lainnya. Dimaklumi, karena masa pandemi. 

Nah baru kemarin saya baca di sosmed, film bertema polisi dicipta lagi. Diproduksi di tengah wabah pandemi.

Diakun divisihumaspolri itu, ada potret Kalemdiklat Polri Komjen Pol Rycho Amelza Dahniel tengah membubuhkan tanda tangan. Disampingnya, Brigjen Pol Mardiaz.

Kalemdiklat mengapresiasi kebisaan para pendidik dan siswa didik SIP angkatan ke 50, atas produksi film Remember tersebut. Sabtu, 28 Agustus, cuplikan filmnya diputar di Sektupa Polri di Kota Sukabumi.

Siapa dibalik film itu? Pemrakarsanya ternyata, idola saya tadi. Kasektupa Lemdiklat Polri. Ya, bang Mardiaz. Biasa dipanggil bang Diaz.

Film ini melibatkan Joker Picture dan seluruh peserta didik. Mengisahkan roda kehidupan anak yatim piatu yang dititip di sebuah panti asuhan. Beranjak remaja, anak itupun melamar jadi anggota polisi. 

Alur ceritanya tak lupa menyelipkan 16 program prioritas Kapolri, seputar polisi yang presisi. Kalemdiklat Rycho mengacungi jempol film tersebut. 

“Dalam keterbatasan pandemi sekarang, kalian mampu menghasilkan karya yang luar biasa. Saya harap hasilnya positif dan bisa menjadi contoh bagi siswa SIP angkatan berikutnya,” kata Komjen Rycho.

Mardiaz menyebut, film merupakan salah satu media publikasi. Media yang masih digemari oleh anak muda. 

Dia juga bilang, film ini untuk mempromosikan Polri yang presisi dalam  kegiatan sehari-hari. “Serta menyampaikan tantangan bangsa yg sedang dihadapi terutama terorisme dan radikalisasi. Juga mengangkat lembaga pendidikan Setukpa sebagai  salah satu pusat pendidikan Polri yg membentuk para perwira pertama,”sebut Mardiaz.

Setukpa Polri juga pernah membuat film tentang menejemen Polsek. Menggambarkan kegiatan-kegiatan Polsek dengan mengedepankan prediktif, responsibiltas dan transparansi berkeadilan.  Sesuai kebijakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Film manajemen Polsek itu juga sebagai sarana pendukung mata pelajaran menejemen di tingkat Polsek yang diajarkan di Setukpa.  Karena proyeksi para perwira lulusan Setukpa nantinya bertugas sebagai Kapolsek.